Percobaan 12

UJI BIOLOGIS 2,4-D

Nama   : Meirza Safitri Rizky              Tanggal Percobaan      :

Nrp      : A34080068                           Bahan Tanaman          : Cucumis sativus

Dept.   : Proteksi Tanaman

Nama Asisten : – Lia Amelia  (G34062494)               Nilai :              Paraf :

- Mafrikhul M (G34052008)

Tujuan : – Menentukan konsentrasi efektif 2,4-D sebagai herbisida dengan menggunakan kurva respon tumbuh akar terhadap logaritma konsentrasi 2,4-D.

PENDAHULUAN

Auksin sintetis, seperti halnya 2,4-dinitrofenol (2,4-D), digunakan secara meluas sebagai herbisida tumbuhan. Pada Monocotyledoneae, misalnya : jagung dan rumput lainnya dapat dengan cepat menginaktifkan auksin sintetik ini, tetapi pada Dicotyledoneae tidak terjadi, bahkan tanamannya mati karena terlalu banyak dosis hormonalnya. Menyemprot beberapa tumbuhan serialia ataupun padang rumput dengan 2,4-D, akan mengeliminir gulma berdaun lebar seperti dandelion.

Sejumlah uji biologis untuk auksin dilakukan berdasarkan pengaruhnya terhadap penghanbatan pemanjangan akar. Pertumbuhan akar sangat peka terhadap auksin, sehingga pengujian dengan akar merupakan cara yang peka untuk melihat pengaruh auksin. Senyawa 2,4-D adalah senyawa sintetis yang dalam banyak hal sama dengan hormone tumbuh alami, IAA, yaitu merangsang atau menghambat proses-proses perkembangan tumbuhan.secara komersial 2,4-D banyak digunakan sebagai herbisida untuk memberantas gulma. Dibandingkan dengan IAA, 2,4-D secara fisiologis lebih aktif dan lebih tahan lama di dalam jaringan tumbuhan, serta harganya relatif lebih murah.

HASIL PENGAMATAN

Tabel Hasil Pengamatan

Tanaman Timun Konsentrasi 2,4-D
0,001 0,01 0.1 0 1
1 8,2 5,5 4,5 7,3 0,9
2 5,5 6,7 4,5 10,1 0,8
3 5,4 6,5 3,7 10,1 0,8
4 8,2 7,1 3,8 14 1,3
5 6,5 3,5 3,3 8,5 1,1
6 10,7 6 3,7 12,2 1
7 8,5 3,5 4 9,3 2,2
8 6,9 3 4 12,2 1,2
9 6 6,5 3,9 8,5 1
10 7,8 3,3 2,9 10,1 1
11 6,7 4,8 3,7 11,1 1
12 9,5 3,8 5,5 9,1 1,2
13 6 3,4 3,8 4,3 Mati
14 6,1 Mati 3,5 1,5 Mati
15 7,1 Mati Mati Mati Mati
Rata-rata 7,27 4,24 3,65 8,55 0,9

** Konsentrasi 10 → tidak tumbuh akar

PEMBAHASAN

Dari hasil percobaan didapatkan hasil yaitu panjang rata-rata akar timun pada konsentrasi 2,4-D 0,001 = 7,27 mm, konsentrasi 0,01 = 4,24 mm, konsentrasi 0,1 = 3,65 mm, konsentrasi 0 = 8,55 mm, konsentrasi 1 = 0,9 mm, dan pada konsentrasi 10 tidak terjadi pertumbuhan akar.

Panjang rata-rata akar yang paling tinggi adalah pada konsentrasi rendah, sedangkan pada konsentrasi yang sangat tinggi tanaman bisa mati dan tidak terjadi pertumbuhan akar. Konsentrasi auksin yang rendah mampu meningkatkan pertumbuhan akar secara optimal. Pada larutan penyangga digunakan pH 5,6 untuk melindungi benih mentimun dari penyakit layu kecambah. Selain itu juga mempengaruhi asosiasi senyawa asam lemah yang terbentuk dari asam amino dan bahan organik pada auksin 2,4-D.

KESIMPULAN

Konsentrasi 2,4-D yang paling efektif sebagai herbisida dengan menggunakan kurva respon tumbuh akar terhadap logaritma konsentrasi 2,4-D adalah pada konsentrasi 1 dan konsentrasi 10 tidak terjadi pertumbuhan akar. Konsentrasi auksin yang rendah mampu meningkatkan pertumbuhan akar secara optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Isbandi, J. 1983. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

JAWABAN PERTANYAAN

  1. Keefektifan auksin ditinjau dari konsentrasi yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan akar tanaman adalah sangat rendah. Hal ini disebabkan karena pada konsentrasi 2,4-D akar rendah. Akar tanaman hampir sama dengan pemanjangan akar pada konsentrasi tinggi. Pemanjangan akar yang luar biasa terlihat pada konsentrasi rendah (0,0 mg/L)
  2. Peranan pH pada percobaan ini adalah sebagai pelindung benih mentimun dari penyakit layu kecambah. Selain itu juga mempengaruhi asosiasi senyawa asam lemah yang terbentuk dari asam amino dan bahan organik pada auksin 2,4-D.
  3. Panjang rata-rata akar pada perlakuan 2,4-D yang paling rendah berbeda jauh dengan panjang rata-rata akar pada perlakuan penyangga. Jadi konsentrasi auksin yang rendah mampu meningkatkan pertumbuhan akar secara optimal.

Comments are closed.